Esai-esai Nano

Juni 8, 2014

“I Stand on the Right Side”… Really?

Filed under: Uncategorized — estananto @ 3:39 pm

Analisa menarik dari sisi kebahasaan tentang fenomena kampanye di sosmed. Ini saya reblog dari blog aslinya.

Neny: Up, Close, and Personal

AVA dukungan Intan Jeanie AVA dukungan Intan Jeanie

Beberapa hari ini beberapa orang di media sosial ramai-ramai mengganti AVA-nya dengan gambar yang mendukung salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden. Tidak ada masalah sih dengan hal ini, wong masa kampanye sudah resmi dimulai beberapa hari yang lalu dan orang tentu bebas mau mendukung capres yang mana. Patut dicatat pula, saya tidak bermaksud berkampanye untuk salah satu capres. Buat saya, kampanye untuk pemilihan presiden tahun ini sudah sampai pada tahap yang berlebihan, bahkan mengganggu, saking riuh rendahnya, sehingga saya memutuskan untuk tidak membahas pemilihan presiden di akun media sosial saya.

Tapi, terlepas dari riuh rendahnya kampanye, yang membuat saya terganggu tiap kali melihat gambar dukungan itu adalah penggunaan bahasa Inggrisnya. Contohnya seperti gambar di samping ini. Bukannya mau sok tahu soal bahasa Inggris, tapi bolehlah saya membagi sedikit dari apa yang saya pelajari secara disiplin ilmu selama beberapa abad dasawarsa terakhir ini.

Jadi ada masalah apa dengan…

Lihat pos aslinya 1.098 kata lagi

Iklan

Mei 17, 2014

Bangsa Yang Minta Dikasihani

Filed under: Uncategorized — estananto @ 9:39 pm

Saya sangat suka artikel pak Budi Rahardjo ini!

Padepokan Budi Rahardjo

Nampaknya saya harus sepakat bahwa bangsa Indonesia ini terdiri dari orang-orang yang minta dikasihani. Kebanyakan orang merasa harus dikasihani. Bukannya menjadi orang yang mandiri dan menolong orang lain, tetapi malah ingin menjadi orang yang merengek-rengek.

Banyak orang berjualan di tempat pejalan kaki atau bahkan di jalan. Alasannya? Kasihani kami pak, kami tidak punya uang untuk menyewa toko atau kios. Nah, ketika mereka sudah besarpun – sudah punya toko – mereka masih meminta dikasihani. Mereka tidak menyediakan tempat parkir yang cukup sehingga pelanggan parkir di bahu jalan, membuat lalu lintas menjadi macet. Kasihani kami pak.

Mengendarai kendaraan juga demikian. Melanggar aturan lalu lintas. Kasihani kami, kami harus pergi kerja . (Apa orang lain tidak pergi kerja juga?) Harus cepat-cepat sampai tujuan. Serobot. Baru-baru ini ada kecelakaan antara mobil dan motor yang melawan arus. Yang disalahkan adalah mobilnya. Padahal sudah jelas yang salah. Akan tetapi karena orang beranggapan bahwa yang bawa motor…

Lihat pos aslinya 67 kata lagi

April 21, 2014

Bung Karno, Dikutuk seperti Bandit, Dipuja Laksana Dewa

Filed under: Uncategorized — estananto @ 1:58 pm

ROSO DARAS

Cium kaki Bung Karno

Begitulah Sukarno. Sepertinya, tidak ada manusia di abad ke-20 yang menimbulkan begitu banyak perasaan pro dan kontra seperti dia. Kepada penulis biografinya, Cindy Adams, Bung Karno mengibaratkan dirinya dikutuk seperti bandit, dan dipuja laksana Dewa.

Dubes senior Inggris di tahun 60-an pernah berkirim surat ke alamat Downing Street 10 London (alamat Kantor Perdana Menteri). Tulisnya, “Presiden Sukarno tidak dapat dikendalikan, tidak dapat diramalkan dan tidak dapat dikuasai. Dia seperti tikus yang terdesak.”

Media massa Barat membuat laporan-laporan yang mendiskreditkan Sukarno, meski sumbernya seorang abang becak, yang entah faktual entah fiktif. Hal itu tentu menjadi kontradiktif dengan sisi yang lain, yang menggambarkan begitu ia dipuja bagaikan Dewa.

Tak jarang, seorang kakek-kakek datang ke Istana, memaksa bertemu Presidennya sebelum ajal menjemput. Ada pula kisah seorang nelayan uzur, berjalan kaki 23 hari lamanya, untuk dapat bersujud mencium kaki Sukarno. Ia menyatakan, dirinya sudah berjanji, sebelum mati akan melihat wajah presidennya dan menunjukkan kecintaan…

Lihat pos aslinya 269 kata lagi

April 15, 2014

Tiap Hari, Jawa Diserbu 13 Ribu Motor Lebih

Filed under: Uncategorized — estananto @ 8:36 pm

Pertumbuhan Sepeda Motor tak terkendali…

Edo Rusyanto's Traffic

mudik2_fajar

KUE bisnis sepeda motor di Jawa masih super legit. Coba saja simak data yang dilansir Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Penjualan sepeda motor di pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia itu ternyata menyumbang 62,32% atau sekitar 1,2 juta unit. Itu untuk periode Januari-Maret 2014.

Menurut data tersebut, dalam rentang tiga bulan pertama 2014, pulau Jawa setiap harinya diserbu 13.700-an sepeda motor. Angka itu naik sekitar 2% jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2013. Jawa memang seksi.

Pulau berpenduduk sekitar 137 juta jiwa itu menjadi idaman para pemain bisnis sepeda motor anggota Aisi yang mayoritas berprinsipal asal Jepang. Dari lima anggota Aisi, empat di antaranya berprinsipal asal Jepang, yakni Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Hanya TVS yang berprinsipal asal India. Di luar anggota Aisi, para pemain bisnis yang berprinsipal asal Eropa, Amerika Serikat maupun asal Tiongkok juga berbondong-bondong menggarap pasar Pulau Jawa.

Selain sebagai pulau berpenduduk terbesar di Indonesia, Jawa…

Lihat pos aslinya 285 kata lagi

April 11, 2014

Makna “Cublak-Cublak Suweng” Yang Menakjubkan

Filed under: Uncategorized — estananto @ 10:12 am

Cublak cublak Suweng…

story of the daily

Masih ingat dolanan saat kita masih kecil dan biasanya dilakukan pas terang bulan ini?
Beberapa anak ikut bermain, satu anak duduk telungkup seperti posisi sujud dan memejamkan matanya sementara anak-anak lainnya duduk mengitarinya lalu tangan anak-anak tersebut dalam posisi menengadah menunggu giliran sebuah batu kerikil yang nanti akan jatuh dalam salah satu genggaman tangan seorang anak. Sambil menggilir batu tsb anak-anak menyanyikan lagu ini :

Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundung gudhel
Pak gempo lerak-lerek
Sopo ngguyu ndelekakhe

Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong

Selesai menyanyi lagu itu, anak yang telungkup bangun dan disuruh menebak siapa yang menggenggam batu tsb.

Si anak yang telungkup bila salah menebak maka dia akan disuruh telungkup lagi dalam fase permainan berikutnya.

Permainan ini pastilah sudah lama kita tinggalkan. Namun tanpa kita sadari sampai kita dewasa pun kita masih melakukan ’permainan’ ini. Dalam kehidupan sehari-hari. Permainan anak-anak yang…

Lihat pos aslinya 880 kata lagi

Maret 19, 2014

Mencoba Memahami Laporan Akamai

Filed under: Uncategorized — estananto @ 9:10 am

Menarik. Serangan peretas dari Indonesia peringkat2 dunia tapi dari jumlah IP yang rrelatif sedikit….

Padepokan Budi Rahardjo

Secara berkala, Akamai mengeluarkan laporan mengenai layanan mereka. Salah satu bagian dari laporan mereka ini menyampaikan berapa besar serangan (attack) yang mereka terima. Akhir-akhir ini, laporan mereka menunjukkan bahwa banyak serangan berasal dari Indonesia. Secara umum, China merupakan peringkat pertama dan Indonesia merupakan peringkat kedua. Ini agak aneh menurut saya.

Mari kita amati laproan kwartal ketiga (Q3) dari 2013. Di sana ditunjukkan tabel ini.

Region % Attack Traffic Unique IP Addresses Avg. Connection Speed (Mbps) Peak Connection Speed (Mbps)
China 35% 115,336,684 2,9 11,3
India 1,9% 18,371,345 1,4 9,0
Indonesia 20% 5,804,419 1,5 9,7
Japan 0,8% 40,008,677 13,3 52,0
Malaysia 0,2% 2,137,032 3,2 24,9
Singapore 0,1% 1,566,346 7,8 50,1

Perhatikan bahwa jumlah serangan dari Indonesia adalah 20% dari total serangan. Ini sangat besar. Hanya China yang lebih besar (35%). Yang aneh adalah jumlah IP address yang menyerang dari Indonesia adalah hampir 6 juta saja. Bandingkan dengan yang lain…

Lihat pos aslinya 80 kata lagi

Maret 15, 2014

The Missing Malaysian Plane: 5 Conspiracy Theories

Filed under: Uncategorized — estananto @ 11:03 pm

TIME

The reason why a Malaysia Airlines flight carrying 239 people disappeared on Saturday is still as mysterious as when the plane first lost radar contact. While fears of terrorism began to fade when it was revealed Tuesday that one of the infamous stolen passports was held by a 19-year-old Iranian asylum seeker with no terrorist ties, search teams now have even fewer explanations for what might have happened. When asked where the plane could be, air traffic controller Izhar Bahari at Malaysia’s Department of Civil Aviation told TIME, “We’ve made no progress, we don’t have a clue.”

In the absence of any definitive answer, conspiracy theorists have emerged with explanations of their own, however implausible. While there’s no credible evidence to support these theories, here are the ones getting the most attention:

1. Eerie cell phones rings could mean passengers’ phones are still on—or inhabited by ghosts. Relatives and friends…

Lihat pos aslinya 474 kata lagi

Juli 18, 2013

Matematika sedekah?

Filed under: Uncategorized — estananto @ 7:03 am

Dua tahun lalu pernah menulis blog ini: Matematika sedekah?. Ini berkaitan dengan ceramah populer seorang ustadz tentang “Matematika Sedekah”, yaitu kita akan mendapat “balasan” dari “investasi” sedekah kita di dunia ini juga.

Hari ini, saya baca sang ustadz yang bersangkutan mengumpulkan “investasi” sebesar 24 milyar rupiah tetapi memutuskan untuk menunda dulu usahanya itu. Bayangkan dijanjikan imbal hasil 8% (jauh di atas bunga desposito).

Hmmm masyarakat kita tidak kapok-kapok. Mungkin karena dilarang berjudi, maka mereka mencari aktivitas serupa judi juga 🙂

Maret 6, 2013

What You Won’t Hear About Hugo #Chavez in the Establishment Press

Filed under: Uncategorized — estananto @ 8:56 pm
Tags:

Dispatches from the Underclass

The US establishment loves to hate on Hugo Chavez for his economic policies that favor the poor. Don’t get me wrong, Chavez was not perfect. But he overcame huge obstacles to reduce poverty in Venezuela. That’s no easy feat in Latin America as Naomi Klein demonstrates in the first half of “The Shock Doctrine”.

Following news of Chavez’s death this afternoon, the mainstream media wasted no time trashing him. I’ve already lost track of the number of times he’s been called a dictator, conspiracy theorist, tyrant and anti-American, among other things. In light of this slanderous coverage, here are aspects of Chavez’s leadership that you likely won’t hear in the mainstream press:

Lihat pos aslinya 811 kata lagi

Juli 17, 2012

Filed under: Uncategorized — estananto @ 2:16 pm

utuh.

Pagi ini, Prof. Andrianto Handojo menyelipkan sebuah cerita menarik di tengah-tengah kuliah tentang serat optik.

Alkisah, di Delft, Belanda, ada seorang mahasiswa teknik fisika yang sedang panik. Beberapa jam lagi ujian. Di sana, ujian dilakukan secara lisan dengan profesor, supaya si profesor mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa yang diajarnya. Si mahasiswa ini sibuk menghafal segala rumus dan penjelasan yang ada di diktat kuliahnya.

Waktunya sudah tiba. Mahasiswa ini pun mendapat panggilan. Supaya lebih yakin, ia kembali melihat catatannya sambil berjalan masuk ke ruangan.

Si profesor kemudian menanyakan pertanyaan pertama, “Kamu ke sini naik apa?”
Si mahasiswa ini kaget. Dia pikir si profesor akan bertanya mengenai sesuatu yang ada di diktat kuliahnya. Tapi ia berpikir mungkin ini cuma introduksi, pengantar, basa-basi si profesor. “Saya naik sepeda, Prof” jawabnya.

Kemudian si profesor bertanya lagi, “Kamu tinggal di mana?”
Si mahasiswa ini lebih kaget lagi. Dia jadi agak sedikit kecewa. Sebab dia sudah…

Lihat pos aslinya 146 kata lagi

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.