Esai-esai Nano

Januari 26, 2013

Cirebon, ibukota RI yang baru?

Filed under: Indonesia — estananto @ 10:15 am
Tags: , , , , ,

Cirebon, ibukota RI yang baru?

Gara-gara banjir Jakarta, banyak suara mengatakan sebaiknya ibukota pindah saja dari Jakarta. Ada yang mengatakan sekalian saja ke Palangkaraya di Kalimantan Tengah.
Memang dulu tahun 1961, Semaoen, tokoh SI “Merah” tahun 1920-an, dalam bukunya “Tenaga Manusia: Postulat Teori Ekonomi Terpimpin” mengusulkan rencana yang ambisius: dalam 5 tahun yaitu 1965 national-income (apakah sama dengan GDP?) Indonesia harus meningkat 50% dari national-income tahun 1961 dan bahkan tahun 1990 ditargetkan oleh Semaoen bahwa national income Indonesia akan meningkat 10 kali lipat dari tahun 1961.
Caranya menurut Semaoen, perusahaan-perusahaan negara fokus di pertanian dan pertambangan serta pabrik baja dan mesin-mesin. Tidak heran kalau Semaoen usul penguasaan penuh negara, karena beliau memang pernah bekerja di Gozplan (Bappenas-nya Uni Soviet) waktu Stalin masih berkuasa.
Salah satu poinnya adalah transmigrasi besar-besaran ke Kalimantan untuk menciptakan lahan-lahan pertanian besar di sana, di bawah penguasaan negara. Mungkin ini dasarnya bahwa banyak orang yang mengatakan Semaoen pernah mengusulkan kepada Sukarno agar ibukota RI pindah saja dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Selain memindahkan perekonomian, juga untuk memutus rantai DNA kolonial di mana pulau Jawa selalu menjadi pusat kolonialisme untuk menghisap rakyat Nusantara.
Tetapi saya lebih suka jika ibukota pindah ke Cirebon saja. Mengapa? Tidak perlu pindah jauh-jauh, karena ada ribuan pegawai kementerian-kementrian pusat yang harus dipindahkan. Ada banyak sarana telekomunikasi dan perhubungan yang belum ada di Kalimantan yang harus dibangun dengan cepat. Sementara itu Cirebon letaknya tidak jauh dari Jakarta. Cirebon juga akan dilewati jalur kereta api double track di pantai utara pulau Jawa, lalu di dekat Cirebon akan dibangun bandara Kertajati yang merupakan inisiatif pemerintah propinsi Jawa Barat untuk mengatasi kelebihan beban Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Lagipula Cirebon sudah punya pelabuhan yang dapat ditingkatkan menjadi hub lebih dekat ke Indonesia Timur. Tambahan lagi budaya masyarakat pesisir yang dimiliki Cirebon merupakan prasayarat masyarakat terbuka yang harus dimiliki oleh sebuah ibukota.
Anda setuju?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: