Esai-esai Nano

November 12, 2012

Pilkada Jabar, Mana Visi Misi? Revitalisasi Parpol diperlukan.

Filed under: Indonesia — estananto @ 7:55 am
Tags: , , , , , ,

ImageJudul di muka harian Pikiran Rakyat hari ini cukup menohok: “Prihatin, Daftar tanpa Visi Misi” yang bercerita tentang para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang terhormat. Ada dari mereka yang mendaftar tanpa visi dan misi. Tulis Pikiran Rakyat: “Pendaftaran empat pasang calon kandidat Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 pada jam-jam terakhir penutupan ke KPU Jawa Barat, menunjukkan tidak aspiratifnya parpol terhadap suara masyarakat. Selain itu, sulit memastikan pasangan calon yang diusung merupakan calon-calon otentik. Itu terjadi karena proses pencalonannya tidak ada yang melalui konsultasi publik melainkan lebih ditentukan petinggi parpol.”

Sungguh memilukan bahwa pencalonan lebih diutamakan kepada figur. Banyak artis yang dimajukan sebagai Gubernur/Wakil Gubernur, sesuatu yang mengundang kritik masyarakat. Memang artis juga warga negara yang berhak mencalonkan/dicalonkan, akan tetapi masyarakat meragukan kapabilitasnya dalam membangun Jawa Barat. Atau mungkin lebih tepatnya, bukan hanya artis yang dipertanyakan, akan tetapi semua calon: apa Visi dan Misi anda untuk Jawa Barat?

Perlu diingat bahwa UI, IPB, ITB, Unpad, dan banyak PTS serta PTN yang terbaik di Indonesia terletak di Jawa Barat. Jawa Barat juga punya banyak daerah industri: Cikarang, Karawang, Purwakarta, dan sekitar Bandung. Jawa Barat punya daerah penghasil beras terbanyak ketiga nasional atau 15% dari seluruh produksi nasional, kaya akan hasil ikan, bahkan penghasil ikan gurame terbanyak tingkat nasional. Namun mengapa Jawa Barat juga termasuk daerah pengekspor TKI terbanyak di Indonesia?

Ini adalah lampu kuning demokrasi kita. Partai politik yang seharusnya adalah lumbung orang yang punya cita-cita dan semangat untuk berkarir di dunia politik belum sepenuhnya beranjak dari wahana bagi orang luar yang ingin menjabat di posisi politik tertentu. Parpol belum mampu mendapatkan kader-kader terbaik hingga mereka mengutamakan elektabilitas jauh di atas rencana dan visi/misi. Hasilnya adalah kongkalikong di kemudian hari untuk menghabiskan anggaran.

Partai politik sebagai pilar demokrasi perlu berbenah dan diisi orang yang lebih punya kebijaksanaan dan ilmu yang cukup. Kita tidak menginginkan parpol hanya jadi mesin politik pemenang pilkada, tetapi sarana pengkaderan pemimpin yang berkualitas.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: