Esai-esai Nano

November 1, 2012

Investasi dan Risiko

Filed under: Daily Life,Indonesia,Pernik — estananto @ 2:27 pm
Tags: , , , ,

Image

Motivator yang banyak bermunculan sekarang biasanya meyakinkan kita bahwa gaji dan kenaikan pegawai tidak akan mengimbangi laju inflasi per tahun. Seorang perencana keuangan dalam bukunya malah menyebut angka fantastis yang disebutnya “inflasi pendidikan”: 20% per tahun. Ini mah tidak mungkin terkejar dengan kenaikan gaji, katanya. Maka saran mereka biasanya kalau tidak bikin usaha ya reksadana.

Tunggu dulu. Ada satu hal penting yang tampaknya enggan mereka ulas di sini. Memang kalau hal ini di awal sudah dibahas, tentu keseluruhan ide akan mentah di awal. Hal penting di sini adalah RISIKO. Di dunia ini kata orang Inggris “there is no such thing like free lunch”. Kalau anda ingin dapat keuntungan lebih, biasanya risikonya juga lebih tinggi. Tidak ada di dunia ini anda dapat menaruh uang anda dan “menyuruh”nya bekerja buat anda seperti kata Robert Kiyosaki. Bahkan investor macam Warren Buffet pun tanpa istirahat menganalisa di mana tempat dia bisa investasi, tentu – sekali lagi – bukan tanpa risiko.

Kembali ke investasi: karena risiko akan selalu ada jika anda berinvestasi, maka anda harus cermat di sana, tapi juga jangan setengah-setengah. Jika masih ragu-ragu ya tidak usah investasi, tapi risikonya juga rendah, yaitu ada kemungkinan akan kalah oleh inflasi. Bagaimana dengan reksadana? Reksadana yang berisiko rendah seperti reksadana terproteksi, biasanya perkembangannya pun lambat, sama atau bahkan di bawah deposito. Bagaimana dengan emas? Atau tanah kosong? Ya, tetapi tetap saja tidak ada jaminan anda akan dapat high gain. Emas pun tidak selalu naik nilainya seperti yang dibilang banyak propagandis uang emas, ada kalanya dia turun karena masih memenuhi hukum permintaan dan penawaran. Bagaimana dengan tanah? Tergantung lokasi. Sebagai contoh: dulu di masa pemerintahan Suharto ada wacana ibukota akan dipindah ke Jonggol. Maka ramailah orang membeli tanah di sana. Ketika Suharto lengser keprabon dan rencana pemindahan ibukota ini sudah dilupakan, harga tanah hanya naik sedikit, tidak seperti yang diperkirakan. Itulah risiko.

Jadi, saya juga baru mendapat pelajaran bahwa ungkapan “jer basuki mawa beya”: setiap keberhasilan perlu pengorbanan. Itulah risiko. 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: