Esai-esai Nano

Juli 20, 2009

Pidato Imajiner Presiden: Bom 17 Juli

Filed under: Indonesia — estananto @ 1:12 am

Saudara-saudara, sebangsa dan setanah air,

Assalaamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh!

 

Hari ini, tanggal 17 Juli 2007, terjadi suatu serangan yang diarahkan kepada kita, kepada rakyat, bangsa, dan negara kita. Suatu serangan yang  jika dibiarkan akan menimbulkan kehilangan kepercayaan diri kita sebagai bangsa yang besar. Kita bangsa besar yang terdiri dari 220 juta rakyat, tersebar di tujuh ribu pulau besar dan kecil, dan terdiri dari berbagai etnisitas dan kepercayaan.

Kita baru saja melangsungkan Pemilu, yang tidak saja terkenal karena kompleksitasnya ketika kita ingat diversivitas bangsa ini, ketika kita mengingat aspek geografis negara ini. Namun Pemilu itu telah berlangsung aman dan damai, tanpa sebuah letusan pun apalagi bom yang meledak.

Kini kita terhenyak oleh dua buah ledakan yang tampaknya sengaja diarahkan untuk membuat teror; membunuh tamu-tamu asing yang ada di dua hotel internasional, membunuh orang-orang yang bekerja di sana, dan membuat kepercayaan terhadap pemerintah dan negara jatuh di mata internasional. Suatu hal yang sangat keji, dan tidak seharusnya dilakukan oleh orang yang beradab di negeri yang besar ini.

Maka saya tadi pagi langsung menelpon ibu M dan bapak J, yang kami seminggu yang lalu bersaing di dalam pemilihan presiden. Kami semua sepakat bahwa serangan ini adalah berbahaya bagi masa depan rakyat dan negara, dan tidak akan boleh dibiarkan. Saya menghargai kesediaan ibu M dan bapak J turut hadir dalam konferensi pers ini dan sekarang masing-masing berdiri di samping saya untuk bersama-sama menyatakan sikap terhadap tindakan pengecut ini.

Kami sebagai para kandidat yang bersaing dalam pemilihan presiden mengutuk dengan keras kejadian ini setelah pemilu yang berlangsung aman dan damai. Kami bangga dengan rakyat yang bersama-sama dengan pemerintah berhasil menciptakan suasana aman selama pemilu.

Kini kami berharap lagi bantuan rakyat Indonesia yang berani, yang tidak akan tunduk terhadap aksi-aksi barbarisme dan pengecut untuk bersama-sama pemerintah, bersama-sama pihak yang berwenang, untuk mempersempit ruang gerak para teroris; melaporkan dengan segera orang-orang yang mencurigakan kepada pihak berwajib. Saya sebagai Presiden juga meminta kepada segenap jajaran penegak hukum untuk berjuang bersama-sama. Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sajalah kita minta pertolongan.

Berkaitan dengan rencana kedatangan tim sepak bola Manchester United, saya sebagai Presiden telah menelpon langsung ketua rombongan mereka yang saat ini ada di Kuala Lumpur, bahwa kini Presiden Republik Indonesia himself yang memberikan jaminan keamanan kepada tim sepakbola ini selama ada di Indonesia. Saudara-saudara, ini adalah karena kita tidak perlu takut dan menuruti kehendak kaum teroris. Kita memang terluka, tapi kita akan sembuh, dan kita akan bangkit kembali. Insya Allah.

Sekian dan terima kasih.

Presiden Republik Indonesia,

S

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: