Esai-esai Nano

April 21, 2009

RUU Pembantu Rumah Tangga

Filed under: Indonesia — estananto @ 1:23 am
Tags: , ,

Anda pernah dengar bahwa pemerintah tengah menggodok RUU Pembantu Rumah Tangga (RUU PRT)? Mungkin baru akan diselesaikan nanti setelah anggota DPR baru terpilih.

Menurut blog ini pokok-pokok RUU PRT adalah:

1. PRT tidak boleh di bawah umur 15 tahun. Jika PRT berumur antara 15 dan 17 tahun jumlah jam kerja maksimal adalah 4 jam per hari. Jika PRT di atas umur 17 tahun maka jumlah jam kerja maksimal adalah 10 jam per hari.

2. Jatah istirahat (off of duty) PRT per minggu minimal adalah 1 hari, dan ada jatah cuti tahunan minimum 12 hari.

3. Gaji dibayar sesuai Upah Minimum Regional (UMR) dan Tunjangan Hari Raya (THR) juga harus diberikan. Sistem pengupahan mengikuti UU Tenaga Kerja.

4. Sanksi diberikan bagi pelanggar ketentuan di atas.

5. Penyalur PRT harus mendapat izin pemerintah.

Dampak-dampak yang mungkin muncul adalah:

1. Jumlah TKI ke Luar Negeri akan berkurang. UMK (Upah Minimum Kota) Bandung saat ini adalah Rp. 939.000,- dan UMP (Upah Minimum Propinsi) DKI Jakarta adalah Rp. 972.604,-.  Berarti gaji minimum PRT akan naik drastis 100-300%. Daripada mempertaruhkan nasib ke negeri jauh, mereka akan memilih di dalam negeri saja.

2. Akan tetapi akan banyak (calon) majikan yang mempertimbangkan untuk tidak memiliki PRT atau hanya setengah hari kerja saja per harinya. Ini karena lonjakan gaji itu tentu juga akan terasa di anggaran bulanan rumah tangga. Sebagai sharing, ketika dulu kami 11 bulan di Suzhou, Republik Rakyat China, standar gaji PRT yang kerja 4 jam saja adalah RMB 650,-. Kalau RMB 1 = Rp. 1600,-, maka gaji 4 jam PRT di Suzhou adalah Rp.  1.040.000,-. Padahal gaji insinyur lokal China di Multi National Company (MNC) di daerah itu sekitar RMB. 7000,- (Rp. 11.200.000,-, belum dipotong pajak!). Jadi mempekerjakan PRT di China tidak murah. Padahal gaji PRT di Hongkong masih 4 kali lipat di Suzhou.

3. Akan muncul tuntutan kompetensi PRT. Tentu saja persaingan antar-PRT akan semakin ketat, dan pasar PRT akan memunculkan reputasi PRT yang bersangkutan. Rekomendasi PRT dan jika ada reputasi balai latihan atau sekolah pendidikan PRT akan sangat penting artinya.

Jadi, sudahkah anda bersiap-siap? 🙂

Iklan

5 Komentar »

  1. setuju, bener banget mas………

    Komentar oleh limin — Oktober 16, 2009 @ 7:56 am | Balas

  2. bagaimana dengan nasib majikan?? yang dipikirkan tentunya tidak hanya dari satu sisi saja tapi cari penyelesaian yang sama sama menguntungkan

    Komentar oleh diana — Februari 17, 2010 @ 6:12 am | Balas

  3. Pada prinsipnya setuju adanya ketentuan ini. Saran : Kalau pembantu rumah tangga melebihi 8 jam kerja harus dibayar lembur.Apabila pembantu sakit majikan wajib memberikan batuan pengobatan ke Dr.Pembantu yang berumur antara 15 – 17 th setidak tidaknya dapat bekerja 6 jam sehari. Kalau 4 jam terlalu sedikit.

    Komentar oleh TS Kurdi — Juni 4, 2010 @ 2:09 am | Balas

  4. apalagi yg rumah tangganya masih punya anak balita,kalo tdk pakai pembantu pasti repot…jadinya diharapkan utk pasangan yg baru menikah kalau mau mempunyai anak harus pikirkan matang2 dahulu…krn biaya akan makin besar ..

    Komentar oleh tresiana — Juli 13, 2011 @ 1:02 pm | Balas

  5. lieur kalau ke-2 ortu buruh pasti habis buat pembantu, jadi ngaco pisan teu ngaca

    Komentar oleh TOTO KUSDIANTO — September 16, 2011 @ 12:04 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: