Dalam posting saya yang lalu, saya hanya menyalin sebuah diskusi di mailing list alumni ITB. Di dalam diskusi itu dibahas bahwa seorang pengusaha alumni ITB, bapak Hasan Hambali, telah mengimplementasikan kincir angin sebagai sumber energi irigasi para petani. Inisiatif itu bisa dilihat di situs ini.
Dampak penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang didapat dari pengoperasian kincir angin secara kuantitatif memang belum dipresentasikan. Tetapi dapat diperkirakan bahwa penghematan signifikan akan dicapai manakala operasi kincir angin bisa berlangsung selama mungkin. Dalam spesifikasi kincir angin EGRA ini, kincir angin akan beroperasi jika kecepatan angin minimal 10 km/jam dan maksimal 50 km/jam. Daya yang dihasilkan maksimal mulai dari 1000 Watt hingga 5000 Watt. Ini kira-kira mempunyai spesifikasi yang sedikit lebih baik dari satu kincir angin produksi Jerman yang sekelas, misalnya seperti ini. Di Jerman industri kincir angin memberi pekerjaan 170.000 tenaga kerja, dan di tahun 2020 jumlahnya diperkirakan menjadi 300.000 tenaga kerja. Sebuah jumlah yang tidak sedikit.
Selain untuk keperluan memompa air, kincir angin di Jerman juga digunakan untuk membangkitkan listrik. Kebanyakan pembangkit listrik ini berlokasi di pantai di mana kecepatan angin boleh lebih kencang daripada di daratan. 4,3% atau 26,5 TWh energi listrik Jerman dihasilkan dari energi angin. Lebih lanjut tentang energi terbarukan di Jerman boleh dilihat di sini.
Tentu saja pengembangan industri kincir angin ini juga melibatkan pemerintah, baik pemerintah negara bagian maupun pemerintah pusat, dan juga kalangan universitas. Salah satu contoh bentuk kerjasama industri-akademia di Jerman adalah di negara bagian Baden Württemberg, boleh dilihat di sini. Jaringan kerjasama yang dijalin ini membuat suatu piramida industri di mana perusahaan kecil-menengah juga banyak ambil bagian di dalamnya.
Pelajaran bagi Indonesia: kita sering lupa untuk membangun struktur piramida industri, di mana perusahaan besar selalu mengambil suplai dari perusahaan kecil-menengah, sehingga perputaran know-how dan modal juga terjadi di dalam. Inilah rahasianya bagaimana teknologi dapat bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa. Pelajaran dari masa lampau: kita membangun berbagai industri unggulan seperti pesawat terbang dan kapal laut, tapi industri-industri penunjangnya ternyata hanya mendapat perhatian setengah hati, jangan sampai terulang lagi. Selain energi angin, kita masih punya obat tradisional, sumber daya laut, dan produk kerajinan seperti mebel. Mengapa harus pesimis?
Aha! Ini salah satu impian saya! PLT kincir!
Comment by Paman Tyo — December 21, 2006 @ 1:59 am
Nano, kalau pulang ke Indo,bikin satu ya hehee
Comment by Ismail Fahmi — January 5, 2007 @ 4:54 pm
salam kenal, kami dari the heritage dimana pak hasan hambali merupakan salah satu pendirinya, salah
satu program kami adalah pengembangan pemanfaatan energi angin , sekarang kami sedang mengembangkan kincir 10.000 watt sebagaai informasi kami akan mengadakan seminar energi angin pada tgl 28 maret 2007, utk informasi lebih lanjut silahkan hubungi nasha
r@theheritage.or.id atau tel 08129122074
salam
m.nashar
Comment by nashar — March 1, 2007 @ 1:45 pm
Salam kenal mas Estananto,
Kebetulan saya juga pendukung energi terbarukan, termasuk energi angin.
Energi terbarukan bukan saja solusi bagi pemenuhan kebutuhan energi yang berkelanjutan namun juga memberikan lapangan kerja. Sisi ekonomi ini juga penting untuk dipertimbangkan.
Kalau tidak keberatan silakan kunjungi juga blog saya di: http://infoenergi.wordpress.com.
Wassalam, Soyas
Comment by Soyas — March 9, 2007 @ 3:20 pm
Kang Nano,
Good posting..
Di Australia dan New Zealand, saat ini (mulai 2005 - sekarang) sedang marak2nya pembangunan PLT Angin ini. Baru2 ini perusahaan tempat saya bekerja mendisain pondasi buat ratusan kincir angin ini di pesisir selatan australia. Sebagai orang geotech, saya terlibat langsung dalam proses design dan juga kontruksi sebagian kincir2 ini. Teknologinya juga tak susah2 amat dan saya kira sudah saatnya kita mencari investor utk PLT angin ini.
Salam,
HJ
Comment by Hendra Jitno — March 30, 2007 @ 7:40 am
salam kenal mas!
saya tertarik terhadap energi terbarukan khusunya angin,panas bumi,saya sekarang berkerjasama dengan beberapa peruguruan tinggi untuk erancang alat-alat /mesin yang berkaitan dengan energi terbarukan yang akan digunakan oleh para mahasiswa dan siswa sebagai lab dan trainer pengenalan energi terbarukan mohon kiranya minta wibe site mas agar saya dapat berkomunikasi dan meminta ref ada makalah serta perusahaan yang bergerak dibidang mesin-mesin dan alat dimaksud tx
A.Raful
Comment by a.raful — May 9, 2007 @ 5:06 pm
Pak Raful yth.,
Silakan hubungi pak Hasan Hambali, Soyas, atau Hendra Jitno yang memberi komentar sebelum anda. Terimakasih.
Comment by estananto — May 10, 2007 @ 7:16 pm
salam kenal,
saya sangat setuju dengan pemanfaatan energi angin. yang ingin saya tanyakan adalah apakah ini merupakan proyek yang akan dibangun di wilayah Indramayu?
Comment by ufha — May 18, 2007 @ 4:47 am
kenalkan saya zamroni,
Kebetulan saya juga pendukung energi terbarukan, saya sempat mencoba membuat plta mikrohidro didaerah saya tapi
debit airnya masih kurang. untuk kincir angin saya masih belum begitu memahami. tolong rekan-rekan saya dibantu informasi mengenai kincir angin ke alamat saya di zamronik@yahoo.com atau di janatin1@yahoo.com terima-kasih.
Comment by zamronik — June 13, 2007 @ 3:29 am
salam kenal,
saya sangat mendukung sekali dengan adanya energi angin ini.di daerah saya (Sumbawa)angin menurut merupakan sumbar daya yg sangat besar untuk dimanfaatkan.
karena saya juga belum begitu mamahami tentang kincir angin,untuk itu saya minta tolong ke rekan2 untuk di infokan mengenai kincir angin,ke email: hery_tlw@yahoo.com. thx
Comment by hery — June 26, 2007 @ 9:44 am
sedih sekali melihat indonesia yang belum memanfaatkan egra sebagai pembangkit listrik. Apa karena terlalu murah jadi nggak bisa di korupsi sama pejabat-pejabat sialan yang ada di negeri ini.
Comment by eko priyono — June 28, 2007 @ 12:11 am
Kebetulan Kami dari Komunitas Mahasiswa Sentra Energi yang konsisten akan mensosialisasikan penggunaan energi terbarukan di indonesia.
Kita bisa bekerjasama lebih intensif di bidang ini.
Terima Kasih.
Comment by KAMASE — September 14, 2007 @ 3:33 pm
Assalamu alaikum..kebetulan kami dari pesantren di daerah sulsel. lokasi pesantren terletak digunung. kami ingin memanfaatkan potensi energi angin sebagai energi untuk mengatasi kelistrikan dan pengairan di lahan peternakan kami. jika ada yang berniat membantu untuk memberi info seputar kincir angin mohon share info ke nasroel@albadar.or.id terimakasih
Comment by nasrul — October 2, 2007 @ 6:06 am
salam kenal
assalamualaikum………
saya asli pemalang ter tarik dengan penemuaan pak hambali walaupun sekitar akhir tahun 2002 saya membuat kincir angin di rembang untuk mengairi tambak garam,tetapi masi belum maksimal karena 60%bahan dari kincir menggunakan besi yang cepet rontok karena ganasnya air dan udara laut,bisa g dari temen2 kasi solusi?????
seperti di wilaya pesisir lainnya di tempat kelahiranku desa ujungkumpul-limbangan-ulujami Pemalang,musim kamarau kemaren tidak dapat panen raya di karenakan sawa yang ditanami padi kekurangan air….,proyek ini kapan pak akan terealisasi???saya berharap sebelum datang musim kemarau lagi bisa terlaksana.Amin….
Comment by kusnadi — November 1, 2007 @ 2:49 am
Bagi yang tertarik untuk eksperimen pembangkit listrik tenaga angin mini, kami menyediakan modul 400 watt, 500 watt, 1000 watt, siap pakai dan instalasinya cukup mudah. sudah banyak digunakan di daerah2 pedalaman yg tidak terjangkau PLN, seperti Bengkalis, Bangka, Bengkulu, Kediri, Jika anda tertarik dapat menghubungi sdri. Maryati 021-88877015, Fax. : 021 88982673, atau melalui email : mekasindo1@yahoo.com.
Comment by Robertho — November 5, 2007 @ 8:47 am
saya ada rencan tapi entah kapan, karena itu memerlukan waktu dan finance yang harus direncanakan, tapi percaya deh, saya tertarik buanget…
Comment by Didi — November 26, 2007 @ 7:54 am
kami dari sma tempeh lumajang jawa timur
tahun ini sekolahan kami dimasukkan program adiwiyata mewakili kabupaten lumajang
kami tertarik untuk mengaplikasikan kincir angin untuk memompa air.
karena salah satu penilaian adalah sejauh mana sekolahan kami bisa melakukan penghematan energi dan untuk tujuan lain kincir angin yang kami buat dapat menjadi pilot project untuk aplikasi di kab lumajang
untuk itu kami mohon dengan sangat bpk estananto membantu kami dalam membuat kincir angin yang kami rencanakan!tolong hub kami 0334520670 atau alamat mail saya saiful_syafii@plasa.com
Comment by saiful syafii — December 2, 2007 @ 10:14 am
salamkenal mas nanto
mungkin sekarang sudah di indonesia lagi.
saya sangat berminat mengembangkan kincir angin untuk memanfaatkan energi terbarukan ini. kayanya bakal sering berkunjung ke website mas. sukses mas
Comment by paul adam — December 10, 2007 @ 10:27 am
asswrwb, selamat atas gagasannya.
pingin diskusi mengenai energi angin 1000 kW. Berapa kecep. angin minimum yang dibutuhksn dan berapa lama uji pengukuran kec. angin serta biaya pembangkit aenergi angin per kW.wassalam.
Comment by natsir amin — December 17, 2007 @ 9:11 am
seharusnya dan sewajibnya kita menggunakan sumber energi alternatif yang efesien dan ergonomis..energi dari angin lah yang sangan efesien…
Comment by prima — December 24, 2007 @ 3:31 pm
Apakah teman teman ada design kincir angin untuk pegairan sawah mohon bisa di bantu
Comment by Sukamto — December 27, 2007 @ 12:42 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb
saya tertarik juga dengan PLTangin untuk Tugas Akhir saya di Politeknik Negeri Bandung. kebetulan saya berencana unuk rancang bangun turbin angin tipe poros horizontal multiblade. untuk itu saya mengharapkan informasi2 mengenai hal tsb, baik itu faktor2 yang relevan untuk pengoperasian turbin angin ini.
terimakasih..
Comment by A. F. Ramdan — February 28, 2008 @ 12:14 am
Saya pernah punya ide untuk menaikkan air sungai yang permukaannya berada lebih rendah daripada tanah yang mau diairi dengan tenaga air itu sendiri.
Jadi energinya benar2 terbarukan….
Semacam “Energy makes energy”…
Comment by hendradwiatmaja — March 22, 2008 @ 1:57 pm
Salam Damai Sejahtera
Saya KUJI dari Papua. Saya bekerja di Departemen Pekerjaan Umum, khusus nya proyek-proyek air di papua. Saya ingin mencoba membangun kincir angin dengan skrup archimedes untuk membawa air dari tempat rendah ke tinggi. Karena petani kami di merauke mengairi sawahnya dengan pompa solar. Adakah yang bisa membantu saya mengenai desain dari Kincir angin + Skrup archomedes ini. Seperti yang ada dinegeri belanda. Terima kasih sebelumnya
GBU
KUJI
JAYAPURA-PAPUA
Comment by KUJI — April 25, 2008 @ 2:31 am